Mon, 27 May 2024

Delapan Tahap Perkembangan Manusia Menurut Erik Erikson

Share

Sejarah Singkat Erik Erikson

Sebelum kita memasuki pembahasan mengenai bagaimana Psikologi Erik Erikson dapat merasuk ke dalam kehidupan sehari-hari, mari kita kenali sosok di balik teori ini. Erik Erikson, seorang psikolog pengembangan, lahir pada tahun 1902 di Jerman. Menjalani kehidupan yang penuh perpindahan dan tantangan, Erikson mengembangkan pandangan unik tentang perkembangan manusia yang mencakup sepanjang siklus hidup.

Tahap-Tahap Kehidupan dalam Keseharian Kita

  1. Tahap 1: Kepercayaan vs. Ketidakpercayaan (0-1 tahun)Pada tahap ini, kita dapat melihat bagaimana membentuk ikatan emosional dengan bayi sangat penting. Responsif terhadap kebutuhan bayi, seperti memberikan kasih sayang dan keamanan, akan membantu membentuk dasar kepercayaan pada dunia.
  2. Tahap 2: Otonomi vs. Malu dan Rasa Takut (1-3 tahun)Ketika anak-anak mulai mengeksplorasi dunia di sekitar mereka, memberikan kebebasan yang sesuai dengan tingkat perkembangan mereka dapat membantu mereka merasa berdaya. Hindari overprotective agar mereka dapat mengembangkan rasa otonomi.
  3. Tahap 3: Inisiatif vs. Rasa Bersalah (3-6 tahun)Di usia ini, memberikan dukungan pada inisiatif kreatif anak dan memberikan ruang bagi mereka untuk mencoba hal baru membantu dalam mengembangkan rasa inisiatif. Tentu saja, menghukum atau menahan mereka terlalu keras dapat menimbulkan rasa bersalah yang tidak perlu.
  4. Tahap 4: Industri vs. Inferioritas (6-12 tahun)Dalam lingkungan pendidikan, memberikan dukungan dan penghargaan untuk prestasi anak dapat membantu mereka merasa produktif. Sebaliknya, tekanan yang berlebihan atau kritik yang terlalu keras bisa merusak rasa harga diri mereka.
  5. Tahap 5: Identitas vs. Kekonfusan Peran (12-18 tahun)Remaja memerlukan dukungan dan pemahaman dalam mengeksplorasi identitas mereka. Memberikan mereka ruang untuk bereksperimen dan mengeksplorasi minat serta nilai dapat membantu mereka menemukan siapa mereka sebenarnya.
  6. Tahap 6: Intimitas vs. Isolasi (18-40 tahun)Dalam hubungan, membuka diri untuk membentuk ikatan yang intim dan sehat sangat penting. Menghargai kebutuhan untuk hubungan yang dekat dan menghormati batasan pribadi dapat membantu menciptakan keseimbangan antara kedua aspek ini.
  7. Tahap 7: Produktivitas vs. Stagnasi (40-65 tahun)Saat memasuki fase produktivitas, penting untuk memotivasi diri sendiri dan orang lain untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi kepada masyarakat. Rasa pencapaian dapat membantu mengatasi rasa stagnasi.
  8. Tahap 8: Integrasi Ego vs. Keputusasaan (65 tahun ke atas)Di tahap ini, meninjau dan menerima kehidupan yang telah dijalani membantu dalam mencapai kedamaian batin. Memahami dan menerima kelemahan serta kekuatan dapat membantu seseorang meresapi makna hidup dengan penuh pengertian.

Mengaplikasikan Psikologi Erikson dalam Kehidupan Sehari-hari

  • Dalam Keluarga: Berkomunikasi dengan anak-anak sesuai dengan tahap perkembangan mereka, memberikan dukungan dan keamanan, serta memberikan kebebasan yang tepat dapat membantu membentuk pondasi kepercayaan dan otonomi.
  • Di Sekolah: Guru dan orang tua dapat bekerja sama untuk memberikan dorongan positif dan memberikan penghargaan kepada siswa, membantu mereka merasa produktif dan mengatasi rasa inferioritas.
  • Dalam Hubungan: Pasangan dapat saling mendukung dalam mencapai tujuan bersama, menciptakan hubungan yang intim dan sehat. Memberikan ruang satu sama lain untuk pertumbuhan pribadi juga penting.
  • Di Tempat Kerja: Mendorong produktivitas melalui penghargaan dan pengakuan dapat membantu karyawan merasa dihargai. Pemimpin yang memahami kebutuhan individu dalam tim dapat membantu mencegah stagnasi.

Kesimpulan

Psikologi Erik Erikson bukanlah sekadar teori yang rumit di dalam buku teks psikologi. Teorinya membuka jendela pada pemahaman mendalam tentang bagaimana setiap tahap dalam hidup kita mempengaruhi kepribadian dan keseimbangan emosional kita. Dengan menerapkan konsep-konsep ini dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan positif, memberikan ruang bagi pertumbuhan, dan membantu kita meraih keseimbangan dalam setiap fase kehidupan.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Mungkin anda suka

Artikel Lainnya