Mon, 27 May 2024

Mengenal Sosok Alfred Adler: Pendiri Awal Psikologi Individual

Share

Dalam dunia psikologi, nama Alfred Adler mungkin tidak sepopuler Sigmund Freud atau Carl Jung, namun kontribusinya terhadap perkembangan ilmu psikologi sangat signifikan. Sebagai salah satu tokoh utama dalam psikologi individual, Adler memiliki pandangan unik tentang manusia dan kepribadian. Tulisan ini akan mengajak Anda untuk mengenal lebih dekat sosok Alfred Adler, menggali pemikirannya, dan memahami konsep-konsep kunci yang diperkenalkannya dalam dunia psikologi.

Latar Belakang dan Kehidupan Awal

Alfred AdlerAlfred Adler lahir pada 7 Februari 1870, di Rudolfsheim, sebuah distrik di Vienna, Austria. Adler adalah anak ketiga dari tujuh bersaudara dalam keluarga yang sederhana. Kehidupan keluarganya yang sederhana dan pengalaman masa kecilnya yang tidak begitu menyenangkan membentuk dasar pemikirannya tentang psikologi individual.

Adler awalnya bercita-cita menjadi dokter, dan pada awalnya, dia mengejar studi kedokteran di Universitas Wina. Namun, ketertarikannya pada psikologi mendorongnya untuk beralih ke studi psikologi, di mana dia kemudian menjadi asisten Sigmund Freud. Meskipun akhirnya dia berbeda pandangan dengan Freud, kolaborasinya di awal kariernya memberikan kontribusi besar pada perkembangan psikoanalisis.

Psikoanalisis dan Pemisahan dari Freud

Meskipun Adler awalnya adalah seorang penganut psikoanalisis, perbedaan pandangan dengan Freud muncul seiring waktu. Salah satu perbedaan mendasar adalah pandangan Adler tentang dorongan dasar manusia. Freud meyakini bahwa dorongan seksual adalah kekuatan utama di balik perilaku manusia, sedangkan Adler berpendapat bahwa dorongan untuk mencapai keunggulan dan merasa diterima oleh masyarakat adalah faktor utama yang memotivasi manusia.

Adler juga memperkenalkan konsep “inferiority complex” atau kompleksitas inferioritas. Menurutnya, keinginan untuk mengatasi perasaan rendah diri atau kurang layak adalah pendorong utama di balik perilaku manusia. Konsep ini membuka jalan untuk pengembangan psikologi individual, yang menempatkan fokus pada individu sebagai entitas yang unik dengan tujuan dan arah hidup masing-masing.

Baca Juga : Melacak kepribadian anda lewat teori Sigmund Freud

Konsep-Konsep Kunci Adler

A. Kompleksitas Inferioritas

Salah satu konsep kunci dalam pemikiran Adler adalah kompleksitas inferioritas. Adler percaya bahwa sebagian besar perilaku manusia dapat dijelaskan oleh upaya untuk mengatasi perasaan rendah diri atau kurang layak. Ini dapat berasal dari berbagai faktor, seperti pengalaman masa kecil yang traumatis, hambatan fisik atau mental, atau bahkan keberhasilan yang kurang diakui.

Adler mengajarkan bahwa individu sering kali mengembangkan strategi khusus untuk mengatasi kompleksitas inferioritas mereka. Beberapa mungkin menjadi sangat ambisius untuk membuktikan diri mereka, sementara yang lain mungkin menghindari tantangan dan risiko untuk menghindari kegagalan.

B. Tujuan Hidup dan Kreativitas

Menurut Adler, setiap individu memiliki tujuan hidup atau gaya hidup yang mencerminkan upaya untuk mengatasi kompleksitas inferioritas. Tujuan hidup ini adalah panduan untuk tindakan dan pilihan individu dalam hidup. Adler percaya bahwa psikoterapi dapat membantu individu mengidentifikasi dan memahami tujuan hidup mereka, sehingga mereka dapat bekerja menuju kehidupan yang lebih memuaskan dan bermakna.

Selain itu, Adler mengakui peran kreativitas dalam proses individu mencapai tujuan hidup mereka. Kreativitas di sini bukan hanya tentang seni atau penciptaan fisik, tetapi lebih pada kemampuan untuk beradaptasi, memecahkan masalah, dan menghadapi tantangan dengan cara yang baru dan efektif.

C. Gaya Hidup

Konsep gaya hidup dalam psikologi Adler merujuk pada pola perilaku dan pilihan hidup yang mencerminkan tujuan hidup individu. Gaya hidup tidak hanya mencakup aspek-aspek eksternal seperti pekerjaan, hubungan, atau kegiatan fisik, tetapi juga mencakup dimensi internal seperti nilai-nilai, keyakinan, dan sikap mental.

Adler meyakini bahwa pemahaman terhadap gaya hidup individu sangat penting dalam membantu mereka mencapai kehidupan yang lebih memuaskan. Melalui psikoterapi, individu dapat mengeksplorasi dan memahami lebih dalam tentang bagaimana gaya hidup mereka mempengaruhi kebahagiaan dan kepuasan hidup.

a neon display of a man's head and brain

Psikologi Individual

Setelah memisahkan diri dari Freud, Adler terus mengembangkan teorinya sendiri yang dikenal sebagai psikologi individual. Dalam psikologi individual, Adler menekankan pentingnya memahami individu sebagai satu kesatuan yang utuh, bukan hanya sebagai kumpulan bagian-bagian atau insting-insting terisolasi.

Adler juga memberikan perhatian khusus pada pengaruh lingkungan sosial dalam membentuk kepribadian individu. Konsep “style of life” atau gaya hidup menggambarkan cara unik individu menanggapi tuntutan dan harapan sosial. Ini menciptakan landasan bagi pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana individu membentuk identitas mereka dalam konteks hubungan sosial.

Pengaruh dan Warisan

Meskipun kontribusinya terhadap dunia psikologi tidak seterkenal Freud atau Jung, Adler meninggalkan warisan yang signifikan. Pemikirannya telah membuka pintu bagi perkembangan psikologi individual dan memengaruhi pandangan psikologi modern terkait kepribadian, motivasi, dan psikoterapi.

Pengaruh Adler juga dapat dilihat dalam berbagai pendekatan terapeutik, seperti psikoterapi Adlerian yang mengadopsi prinsip-prinsip dasar psikologi individual. Banyak terapis modern masih menggunakan konsep-konsep Adler dalam mendekati permasalahan klien mereka, terutama dalam konteks pemahaman terhadap kompleksitas inferioritas dan tujuan hidup.

Kesimpulan

Alfred Adler adalah sosok yang layak dipelajari dalam dunia psikologi. Pemikirannya yang unik dan pemahamannya tentang psikologi individual memberikan kontribusi berharga terhadap pemahaman kita tentang manusia. Dalam mengenal Alfred Adler, kita dapat merenung tentang bagaimana perasaan inferioritas dan tujuan hidup memainkan peran kunci dalam membentuk kepribadian dan tindakan kita.

Penting untuk diingat bahwa konsep-konsep Adler tidak hanya relevan dalam konteks klinis, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan lebih memahami diri sendiri dan orang lain melalui lensa psikologi Adler, kita dapat membangun hubungan yang lebih baik, mengatasi tantangan hidup, dan mencapai kepuasan dalam menjalani kehidupan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Mungkin anda suka

Artikel Lainnya